Profil Singkat Instansi

  • Admin Bulelengkab
  • 29 Pebruari 2016
  • Dibaca: 7798 Pengunjung

KONDISI UMUM
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng adalah rumah sakit pemerintah type B Non Pendidikan yang berdiri pada lokasi strategis di jalan Ngurah Rai 31 Singaraja, ditengah kota dengan mudah dijangkau dengan kendaraan umum serta berdekatan dengan kawasan industri dan perumahan yang potensial.
Rumah sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng berdiri sejak tahun 1955 dan berdasarkan Keputusan Bupati Buleleng No 445/405/hk/2009 tanggal 1 juli 2009 ditetapkan Status Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan Bentuk BLUD, RSUD Kabupaten Buleleng merupakan rumah sakit non for profit yang tidak mencari keuntungan dari pelayanan yang diberikan.
RSUD Kabupaten Buleleng berkapasitas 242 tempat tidur dengan 13 ruang rawat inap. Jumlah tempat tidur akan dikembangkan secara bertahap hingga memenuhi seluruh kapasitas yang direncanakan sesuai dengan demand masyarakat. Ketersediaan tempat tidur ditunjang dengan fasilitas penunjang yang memadai agar pelayanan bisa dilaksakan secara optimal. RS Umum Daerah Kabupaten Buleleng telah bekerjasama dengan beberapa BUMN dan Bank milik pemerintah seperti PDAM, BNI, dan BPD. Kerjasama ini merupakan peluang menarik, karena secara sigifikan RS Umum Daerah Kabupaten Buleleng memiliki captive market yang bervariatif.              
Kondisi keuangan setiap tahunnya telah memperlihatkan sinyal yang menggembirakan karena mampu meningkatkan cost recovery, meskipun belum menunjukkan profit yang diharapkan. Berdasar analisa pembiayaan diharapkan biaya operasional akan semakin efisien sehingga mampu memperlihatkan profit yang diharapkan.
Upaya pengembangan manajemen dititikberatkan kepada pembelajaran dan pengembangan SDM, memperkuat proses bisnis internal, pendekatan pelanggan dan efektifitas pengelolaan keuangan. Pendekatan ini dimaksudkan agar dengan SDM yang berkompetensi tinggi mampu meningkatkan kinerja keuangan secara bermakna.


SEJARAH
RSUD. Kab. Buleleng berdiri tahun 1955 di jalan Veteran No.1 Singaraja (Kini Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng ) pada saat itu digunakan sebagai RS Tentara  dan juga untuk umum. Pada tahun 1959 RSUD Kabupaten Buleleng pindah ke jalan Ngurah Rai No. 30 sekaligus menandai alih fungsi menjadi RSUD kelas C milik Depkes RI.
Berdasarkan keputusan Bupati Buleleng No. 511, tertanggal 22 September 1996 RSUD difungsikan sebagai uji coba menuju unit swadana.
Pada tanggal 20 Mei 1997, berdasarkan SK MenKes RI No 476/1997, RSUD Kabupaten Buleleng ditetapkan sebagai RS type B Non Pendidikan. Kemudian berdasarkan SK Bupati No 524 tanggal 8 Oktober 2003 menetapkan RSUD Kabupaten Buleleng sebagai unit Swadana dan ditindak lanjuti dengan SK Bupati Buleleng No 61 tanggal 24 Maret 2004 tentang penetapan tarif Kelas II, I, Utama dan Madya Utama.
Berdasarkan Peraturan Bupati No. 589 tanggal 26 Desember 2006 ditetapkan Status Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng Sebagai Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Bertahap. berdasarkan Keputusan Bupati Buleleng No 445/405/hk/2009 tanggal 1 juli 2009 ditetapkan Status Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).


ISUE ISUE STRATEGIS (Strategic Issues)
    * Dokter spesialis lengkap dari berbagai jenis keahlian, tenaga pendukung secara kuantitas sudah memenuhi kebutuhan, namun kualitas tenaga pendukung dan peralatan kedokteran masih belum memadai, merupakan suatu hambatan yang dapat mempersulit pelayanan yang diberikan oleh para dokter spesialis di RSUD Kabupaten Buleleng.
    * Bangunan RS baru dan berlokasi strategis merupakan peluang besar, namun sistem manajerial dan pendanaan untuk pemeliharaan sarana prasarana RS yang belum memadai, bisa menyebabkan terjadinya berbagai keluhan yang tidak menguntungkan rumah sakit dan dapat memperlambat pembentukan branding rumah sakit.
    * Mindsetmasyarakat pengguna semakin matang dan dewasa dalam hal pelayanan kesehatan, pada sisi lain mindset karyawan dengan orientasi terhadap pelanggan belum maksimal, sehingga ada kemungkinan kemungkinan bisan terjadinya ketidak-puasan pelanggan berkaitan dengan service yang diberikan berdasarkan mindset karyawan.
    * Kontrak dengan berbagai perusahaan swasta, BUMN dan costumer maintain belum terpupuk dengan baik dan pemasaran yang belum optimal, sehinggga RS beresiko kehilangan captive market.
    * Program JKBM yang akan dilaksanakan mulai awal tahun 2010, akan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatanan rumah sakit, pada sisi lain dibutuhkan kesiapan manajemen rumah sakit untuk penyediaan ruang rawat inap kelas III sehingga demand masyarakat yang menigkat dapat terakomodasi oleh rumah sakit.


Produk jasa yang ditawarkan
   1. Pelayanan Penyakit Dalam (Internist)
   2. Pelayanan Bedah, terdiri dari :
   3. Bedah Tulang (orthopedic)
   4. Bedah umum
   5. Pelayanan Kesehatan Anak (Pediatric)
   6. Pelayanan Obstetri dan Ginekologi (Obstetry gynaecology)
   7. Pelayanan Penyakit Syaraf (Neurology)
   8. Pelayanan Mata (Opthalmology)
   9. Pelayanan THT (Throat, Nose & ear)
  10. Pelayanan Kulit Kelamin
  11. Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah (Cardiology)
  12. Pelayanan Paru (Lungs)
  13. Pelayanan Jiwa (Psychlatry)
  14. Pelayanan Gigi dan Mulut (Dental)
  15. Pelayanan Fisioterapi (physiotherapy)
  16. Hemodialisa (Haemodialysis)
  17. ICU (Intensive Care Unit)
  18. ICCU (intensive coronary care unit)
  19. Intermediate
  20. Perinatologi (Perinatology)
  21. Kamar Operasi (Central operating theater)
  22. Pelayanan HIV/ AIDS


Fasilitas Yang Tersedia
   1. IGD
   2. Rawat Jalan
   3. Rawat Inap :
   4. Kelas Standard (Kelas III)
   5. Kelas II
   6. Kelas I
   7. VIP C
   8. VIP B
   9. VIP A
  10. Bedah Sentral
  11. ICU
  12. ICCU
  13. Laboratorium/Patologi Klinik dan Anatomi
  14. Diagnostik
  15. Farmasi
  16. Nutrisi
  17. Rehabilitasi Medik
  18. Pemulasaraan jenazah dan Laundy


Peralatan Canggih pendukung
   1. Echocardiography
   2. Spirometri
   3. CTG
   4. Radiologi Konvensional
   5. Radiologi Fluoroscopy
   6. USG


Alasan Memberikan Produk Pelayanan
   1. Menjawab tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan individu yang sesuai standard pelayanan berdasarkan hasil kajian melalui studi kelayakan di wilayah kabupaten Buleleng dan sekitarnya yang memerlukan institusi pelayanan masyarakat dibidang rumah sakit.
   2. Segmen pasar di semua lapisan, yang membutuhkan layanan yang berkualitas standard nasional dan memenuhi persyaratan persyaratan tertentu yang sesuai dengan ketentuan sistem asuransi kesehatan.
   3. Memberikan pelayanan kesehatan individu kepada masyakat yang juga dapat menguntungkan semua stakeholder.


Keunikan Pelayanan
   1. Memberikan pelayanan dengan sentuhan budaya lokal.
   2. Memberikan pelayanan kesehatan individu dengan dukungan pelayanan customer service 24 jam.
   3. Menyediakan pelayanan rawat inap dengan tingkat privacy dan kenyamanan yang tinggi utamanya pada ruang VIP.
   4. Menyediakan pelayanan CT scan (masih dalam perencanaan)

KEKAYAAN INTELEKTUAL
Hak Patent
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng sampai saat ini belum mempunyai hak paten kecuali logo Umum, mars dan hymne Rumah Sakit Daerah Kabupaten Buleleng

Merek Dagang/Logo
Arti logo Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng :
1.Kelopak Bunga Melati berjumlah 5; simbol Pancasila
2.Palang Hijau; simbol Asosiasi Rumah Sakit Daerah
3.Bunga Melati Putih; RSUD mengemban missi yang suci dalam tugas kemanusiaan
4.“Kabupaten Buleleng” ; RSUD berada dibawah wilayah Kabupaten Buleleng
5.Bentuk Segi Enam; bentuk lubang sarang lebah sebagai simbol tempat masyarakat mencari pengobatan
6.Ujung dari pinggiran gambar mengarah ke segala penjuru bahwa RSUD siap melayani masyarakat dari mana saja, kapan saja
7.Delapan Ornamen Manusia saling berpegangan; simbol kekompakan, kebersatuan seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan
8.Warna Hijau; diambil dari warna dedaunan sebagai bahan dasar alami pembuatan obat.

Hak Cipta
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng belum memiliki hak cipta.

LOKASI BISNIS
Alamat    : Jln. Ngurah Rai 30 Singaraja
Nomor Telepon: 0361 22573

LOKASI DAN LINGKUNGAN

Keamanan lingkungan
Keamanan lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng relatif terjamin dengan system security round yang dilakukan oleh petugas kemanan internal RS.

Bisnis lain sekitar lokasi
Sebelah kanan bangunan rumah sakit merupakan lokasi bisnis riil, lokasi sebelah kiri merupakan daerah perumahan dan perkantoran sedangkan bagian depan bangunan rumah sakit merupakan pusat bisnis riil,  dan sebelah belakang rumah sakit merupakan lokasi perumahan.

Akses ke lokasi
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng yang berada central di jantung kota dapat dicapai oleh masyarakat dari berbagai penjuru. Akses jalan raya dan angkutan umum tersedia untuk berbagai jurusan.

Ketersediaan bahan baku
Seluruh kebutuhan bahan baku mudah didapat oleh karena Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan supplier bahan obat-obatan, medical supply, bahan kimia, umum dan lain lainnya yang pada umumnya berlokasi di Buleleng dan denpasar yang hanya memerlukan waktu 2 jam waktu tempuh. Yang mengandung arti bahwa lead time dibawah 5 jam.


AREA PARKIR (Parking area)
1. Luas area parkir 7500 m2
2. Kapasitas menampung kendaraan 150 roda empat dan 100 roda dua .
3. Denah Area Parkir

ASPEK LEGAL
1. Badan Hukum yang dipilih oleh rumah sakit
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng merupakan rumah sakit dengan status BLU berdasarkan atas surat keputusan bupati no 445/405/HK/2009

2. Pemilik dan direksi serta kekuatan yang dimiliki
RSUD kabupaten Buleleng merupakan Rumah Sakit milik pemerintah daerah kabupaten buleleng.

Share Post :