EPILEPSI

  • Admin Rsud
  • 09 Mei 2019
  • Dibaca: 30 Pengunjung

Seringkali orang tua banyak yang mengalami frustasi apabila anaknya menderita Penyakit Epilepsi atau dalam bahasa awamnya adalah Penyakit Ayan. Perasaan Frustasi dari orang tua merupakan suatu reaksi yang wajar karena anak yang menderita penyakit ini secara mendadak / tiba-tiba mengalami kejang-kejang, tidak bisa dipastikan waktu dan kapan terjadinya serta bisa dimana saja sehingga dikhawatirkan akan memiliki kelainan/masalah pada otaknya yang mempengaruhi perasaannya, penglihatannya, cara berpikirnya dan pergerakan otot-ototnya yang akan menghambat perkembangan diri dan masa depannya.

Nah Penyakit Epilepsi atau Ayan adalah sebuah gangguan yang terjadi disistem syaraf otak manusia yang disebabkan adanya aktifitas kelompok sel neuron yang terlalu berlebihan hingga akhirnya terjadi berbagai reaksi pada diri penderita, seperti kejang-kejang yang bukan karena alkohol dan tekanan darah yang sangat rendah atau dapat diartikan pula bahwa Penyakit Epilepsi sebagai kondisi yang ditandai dengan kejang secara spontan.

Epilepsi atau ayan merupakan penyakit yang bisa dialami oleh siapa saja, bahkan oleh orang yang tidak ada garis keturunan yang menurunkannya.

  • Beberapa Penyebab dari Penyakit Epilepsi atau Ayan ini antara lain :
  • Riwayat Demam Tinggi
  • Riwayat ibu-ibu yang mempunyai faktor resiko tinggi, seperti wanita pekerja keras, wanita dengan latar belakang susah melahirkan, penggunaan obat-obatan diabetes atau hipertensi.
  • Pasca Trauma kelahiran.
  • Asfiksia Neonatorum
  • Riwayat bayi dari ibu yang menggunakan obat antikonvulsan yang digunakan sepanjang kehamilan.
  • Riwayat intooksidasi oabta-obatan atau alkohol.
  • Adanya riwayat penyakit pada masa kanak2, seperti campak, gondongan atau epilepsi bakteri.
  • Riwayat gangguan metabolisme dan nutrisi atau gizi
  • Riwayat keturunan Epilepsi.

Adapun Gejala-gejala Pemyakit Epilepsi atau ayan ini antara lain :
Adanya serangan epileptik yang episodenya bisa bermacam-macam jenis, mulai dari serangan yang terjadi secara singkat dan hampir tidak terdeteksi oleh orang disekitarnya hingga guncangan yang kuat untuk episode yang lama.
Psikososial, dimana penderita memiliki efek samping yang merugikan pada kesejahteraan sosial dan efek psikologis, seperti : isolasi sosial, stigmatisasi atau ketidakmampuan seseorang melakukan sesuatu. Pada anak-anak, akan membuat penderitanya kesulitan dalam belajar dan tentu akan mempengaruhi prestasi disekolahnya.

Untuk mendiagnosis Penyakit Epilepsi atau ayan ini, diperlukan beberapa pemeriksaan, yaitu :
Pemeriksaan fisik dan neurologis lengkap pada kekuatan otot, refleks, penglihatan, pendengaran dan kemampuan untuk mendeteksi berbagai sensasi.
Pemeriksaan Electroencephalogram (EEG) untuk mengukur impuls listrik di Otak.
Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk strudi pencitraan otak.
Tes darah untuk mengukur jumlah sel darah merah dan putih, gula darah, kalsium darah, dan kadar elektrilit serta untuk mengevaluasi fungsi ginjal dan hati. Tes darah ini bermaksud untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain.
Pemeriksaan lebih lanjut dengan spektroskopi resonansi magnetic (MRS), tomografi emisi positron (PET) dan perhitungan tomografi emisi foton tunggal (SPECT).

Apabila anda, anak anda atau keluarga anda yang lain mengalami gangguan atau gejala serta faktor-faktor penyebab penyakti seperti diatas, jangan tunda lagi untuk segera memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Syaraf keluarga anda.

 
 
Share Post :